Sapta Timira

Diposkan oleh Dody Saduyasa Pada Senin, 28 Oktober 2013 1 Komentar

      Sapta Timira artinya : tujuh kegelapan. Tujuh hal yang menjadi penyebab kegelapan itu adalah : Surupa, Dhana, Guna, Kulina, Yowana, Sura dan Kasuran. Ketujuh hal tersebut oleh masyarakat disebut peteng pitu atau tujuh kegelapan.
      Hal-hal yang membuat gelap seseorang adalah kecantikan atau ketampanan, kekayaan, kepandaian, kebangsawanan, usia muda, minum keras dan keberanian, semuanya itu menyebabkan pikiran menjadi gelap bagi manusia, jika ada orang kaya, tampan atau cantik, pandai, keturunan bangsawan dan berusia muda, kalau tidak mabuk dan gelap karena semua itu maka ia adalah seorang mahardika, sungguh-sungguh seorang bijak sana tiada tandingnya. Berikut bagian dari Sapta Timira :

  1. Surupa
  2. Dhana
  3. Guna
  4. Kulina
  5. Yowana
  6. Suna
  7. Kasuran



  1. Surupa artinya kecantikan atau ketampanan. Kecantikan atau ketampanan yang dibawa sejak lahir merupakan anugrah Ida Sang Hyang Widhi yang maha pengasih dan maha penyayang. Seseorang yang cantik atau tampan tidak boleh takabur atas kecantikan atau ketampanan yang dimilikinya, karena sesungguhnya tidak kekal. Kecantikan  atau ketampanan itu harus disertai dengan keluruhan budhi, bila tidak demikian tidak ada nilainya atau harganya, bahkan dapat menimbulkan kegelapan dan kemabukan atau kesombongan. Hendaknya surupa itu tidak dibiarkan  menjadi penyebab kehancuran
  2. Dhana artinya kekayaan, kekayaan disebut juga artha. Kekayaan sesungguhnya berguna bagi siapapun, karena orang berlomba-lomba berusaha bekerja keras untuk dapat memiliki kekayaan itu. Namun disamping besar gunanya juga besar godaannya. Sering kali kekayaan yang dimiliki seseorang dapat menimbulkan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Agama. Karena pengaruh kekayaan orang sering menjadi sombong, angkuh, menghina orang lain, mengumbar hawa nafsu dan lupa diri. Karena itu pergunakan kekayaan itu untuk kepentingan yang sesuai dengan ajaran Agama.
  3. Guna artinya kepandaian, kepandaian diusahakan oleh setiap orang karena kepandaian dapat meringankan seseorang dalam menempuh segala macam suka dan duka kehidupan di dunia ini. Namun kepandaian dapat membahayakan, bila tidak diimbangi dengan budhi pekerti yang luhur. Bila salah menggunakan kepandaian akan menimbulkan kelakuan yang terlarang, seperti : menipu, memfitnah, memperalat orang, pengacau, mengadu domba, provokator, membuat isu-isu yang dapat menimbulkan keresahan pada masyarakat. Karena itu usahakan agar kepandaian yang dimiliki betul-betul merupakan pelita hati yang menerangi kegelapan pikiran.
  4. Kulina artinya keturunan, keturunan mempunyai arti yang penting dari keturunan seseorang mengetahui lelurhurnya utama boleh bersyukur karena leluhurnya menjadi orang yang terhormat, terpandang, namun jangan sampai takabur, sombong, angkuh, dan menghina orang lain, lebih-lebih sampai menganggap orang lain rendah dan bodoh. Orang yang demikian sesungguhnya adalah hatinya gelap, dengan demikian sikapnya tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat. Sesungguhnya kehormatan leluhur dijaga oleh keturuannya dengan kelakuan yang terhormat juga.
  5. Yowana artinya masa muda atau masa remaja, masa muda adalah penuh dengan kegairahan hidup, penuh dengan kesempatan untuk berbuat banyak terhadap apa yang sangat diharapkan oleh keluarga, masyarakat dan bangsa. Namun pada masa muda ini seorang sering belum punya keseimbangan, atau masih goyah, penuh dengan keraguan, belum tahu kemana arah hidupnya kelak. Untuk mencari keseimbangan itu orang berbuat, dan alam perbuatan itu sering tidak terarah, sering keliru, seperti : melanggar kesopanan, melanggar kesusilaan sehingga dapat merugikan orang lain dan dirinya sendiri. Bila demikian halnya berarti Yowana atau masa muda itu dapat menimbulkan kegelapan pikiran. Karena itu pergunakan masa muda ini dengan sebaik-baiknya dan jangan sia-siakan , demikian pustaka  Saramuscaya memberikan pedoman. Masa muda ini adalah masa menuntut ilmu bekerja keras, beraktivitas yang baik, menciptakan sesuatu yang berguna bagi masyarakat dan lain-lainnya.
  6. Sura artinya minuman keras. Yang termasuk minuman keras antara lain: tuak, arak, berem, bir, dan lain-lain. Minuman keras itu kalau diminum melebihi dari keperluan tubuh dapat menyebabkan mabuk. Minuman keras yang berlebihan dapat merusak syaraf, dan bisa syaraf terganggu pikiranpun menjadi tidak waras. Pikiran yang tidak waras dapat menimbulkan keonaran, perkelahiran dan sebagainya. Karena itu waspadalah terhadap minuman keras, dan minumlah minuman yang berguna bagi kesehatan tubuh.
  7. Kasuran artinya keberanian, keberanian perlu dimiliki oleh seseorang karena hidup ini adalah sesuatu perjuangan maka dari itu keberanian sangat penting, yaitu keberanian yang wajar-wajar seperti keberanian mengemukakan pendapat, keberanian membela kebenaran. Namun bila keberanian diterapkan di luar kewajaran akan menimbulkan kegelapan dan tindakan yang brutal. Seperti keberanian berkelahi, keberanian menantang guru, keberanian berbuat jahat, semuanya akan menimbulkan penderitaan hidup yang merugikan diri sendiri dan juga merugikan orang lain.
Sekian penjelasan tentang Sapta Timira, Om Santih Santih Santih Om.

Terimakasih atas kunjungan dan telah membaca Sapta Timira .

Jika ingin menyebar luaskan artikel ini, sebarkan kepada rekan kamu melalui :

Jangan lupa tinggalkan komentar ya...!!!


+ Komentar + 1 Komentar

alit
Januari 09, 2015 8:33 AM

tolong contoh contoh nya dong

Terimakasih alit atas Komentarnya pada artikel Sapta Timira

Posting Komentar

-Saran dan Kritik sangat saya harapkan
-Sopan dalam berkomentar
-Jangan berkomentar yang berisi link aktif
-Berkomentarlah sesuai dengan topik yang dibicarakan
-Cukup itu saja. Maaf jika melanggar, saya tidak tampilkan komentarnya.

Popular Post