Dharma Gita

Diposkan oleh Dody Saduyasa Pada Senin, 28 Oktober 2013 0 Komentar

     Setiap melaksanakan persembahyangan umat hindu biasanya diikuti oleh persembahan berupa lagu-lagu pujaan yang dinyanyikan oleh umat hindu untuk memuja kebesaraan Sang Hyang Widhi, serangkaian dengan upacara yadnya. Persembahan berupa lagu pujaan atau nyanyian keagamaan oleh umat hindu dikenal dengan
Dharma Gita.
     Istilah Dharma Gita berasal dari bahasa Sansekerta dari kata Dharma dan Gita. Dharma artinya : kebenaran, agama atau keagamaan, sedangkan Gita berarti nyanyian atau lagu. Jadi Dharma Gita berarti suatu lagu atau nyanyian kesucian yang secara khusus dilagukan pada saat-saat pelaksanaan upacara agama hindu. Dharma Gita dapat dilakukan oleh setiap orang guna memberikan puji-pujian dan sekaligus merupakan sarana untuk memberikan puja-pujaan kepada Sang Hyang Widhi. Orang yang sering melagukan nyanyian keagamaan biasanya memilih lagu yang sesuai dengan upacara yadnya yang dipersembahkan pada saat itu.
     Menurut Parmajaya ( 2007:4 ) ditanyakan bahwa seni suara dalam ungkapan seni vokal biasanya disebut dengan istilah  Dharmagita. Dharma gita merupakan merupakan salah satu  budaya Hindu yang harus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama. Melalui pengucapan Weda Mantra oleh para pendeta Hindu, dan Gita dinyanyikan pada setiap pelaksanaan Upacara Keagamaan.
     Menurut Warjana ( 2001:16 ) pengucapan Gita yang tepat akan dapat menggetarkan hati nurani yang paling suci. Budhi nurani yang paling suci akan dapat menguasai pikiran atau manah. Manah yang kuat pasti akan dapat mengendalikan indria, serta indria yang terkendali akan dapat mengarahkan perbuatan manusia untuk selalu berpegang pada ajaran dharma atau kebenaran. Dharma Gita sebagai nyanyian ketuhanan, karena irama lagu dan variasinya akan dapat membantu umat Hindu dalam menciptakan suasana yang khusuk, hening, dan khidmat, yang dipancari sinar kesucian sesuai dengan jenis yadnya yang dilaksanakan. Adapula jenis-jenis lagu yang dinyanyikan seperti:


  1. Sekar Rare
  2. Sekar Alit (Macepat)
  3. Sekar Madia
  4. Sekar Agung (Wirama/Kekawin)
Sekian penjelasan tentang Dharma Gita yang telah saya bahas tadi, semoga bermanfaat.

Terimakasih atas kunjungan dan telah membaca Dharma Gita .

Jika ingin menyebar luaskan artikel ini, sebarkan kepada rekan kamu melalui :

Jangan lupa tinggalkan komentar ya...!!!


Posting Komentar

-Saran dan Kritik sangat saya harapkan
-Sopan dalam berkomentar
-Jangan berkomentar yang berisi link aktif
-Berkomentarlah sesuai dengan topik yang dibicarakan
-Cukup itu saja. Maaf jika melanggar, saya tidak tampilkan komentarnya.

Popular Post