Nawa Dewata atau Dewata Nawa Sanga

Diposkan oleh Dody Saduyasa Pada Senin, 21 Oktober 2013 0 Komentar

  • Pengertian Nawa Dewata
Nawa Dewata secara etimologi dalam bahasa Sansekerta berasal dari kata "Nawa" yang berarti sembilan dan "Dewata" yang berarti  Dewata atau Sang Hyang Widhi Wasa. Nawa Dewata adalah sembilan dewa yang merupakan manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan yang maha Esa sebagai penguasa sembilan penjuru mata angin. Merupakan pancaran dari sifat agung Sadha Siwa, yang dilukisnya dengan Singasana Teratai yang berdaun bunga delapan (Asta Dala) sebagai lambang dari KemahakuasaanNya.


  • Bagian-bagian Nawa Dewata
  1. Dewa Iswara sebagai penguasa Arah Timur atau Purwa
  2. Dewa Mahesora sebagai penguasa Arah Tenggara atau Gheneya
  3. Dewa Brahma sebagai penguasa Arah Selatan atau Daksina
  4. Dewa Rudra sebagai penguasa Arah Barat Daya atau Nariti
  5. Dewa Maha Dewa sebagai penguasa Arah Barat atau Pascima
  6. Dewa Sangkara sebagai penguasa Arah Barat Laut atau Wayabhya
  7. Dewa Wisnu sebagai penguasa Arah Utara atau Uttara
  8. Dewa Sambhu sebaga penguasa Arah Timur Laut atau Airsamya
  9. Dewa Siwa sebagai penguasa Arah Tengan atau Madya

    • Kaitan antara Nawa Dewata dengan Ida Sang Hyang Widhi
    Dalam kitab suci Reg Weda VIII.21.27 memberikan penjelasan bahwa semua Dewa-Dewa muncul dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa dan semua Dewa-Dewa merupakan kekuatan yang menjaga penjuru mata angin di samping juga sebagai kekuatan menciptakan alam semesta ini dan menganugrahkan sesuatu yang dimohon oleh semua makhluk ciptaannya. Dewa dan Dewi yang dipuja oleh umat manusia merupakan perwujudan yang nyata dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Kitab Suci Weda disebutkan bahwa dewa yang merupakan manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa sebagai penjaga dan penguasa alam semesta, masing-masing dewa itu dilengkapi dengan senjata, kendaraan, dan saktinya sendiri yang takterpisahkan, sebagaimana halnya antara suami dengan istri. Saktinya ini diwujudkan sebagai Dewi yang dinggap sebagai istri Dewa, karena Dewa tak akan dapat melakukan tugasnya sesuai dengan fungsinya, bila tidak dengan saktinya. Perpaduan antara Dewa dengan Saktinya sama dengan Purusa (Dewa) dengan Pradana/Prakerti (Saktinya), diantaranya Dewa-Dewa yang dimaksud, yaitu:
      1. Dewa Brahma saktinya Dewi Saraswati, senjatanya Gada dan kendaraan Angsa. Yang tempat sucinya Pura Desa (Bale Agung).
      2. Dewa Wisnu saktinya Dewi Sri, senjatanya Cakra dan kendaraan Burung Garuda. Yang tempat sucinya Pura Puseh (Pura Segara).
      3. Dewa Siwa saktinya Dewi Durga (Dewi Uma, Dewi Parwati), senjatanya Padma dan kendaraannya Lembu. Yang tempat sucinya Pura Dalem (Kahyangan).
      Menurut Konsepsi Mpu Kuturan ketiga Dewa itu dikenal sebagai sebutan Dewa Tri Murti dengan tempat sucinya disebut Kahyangan Tiga, yang menempati wilayah Teritorial Desa Adat (Desa Pakraman). Diantara Dewa-Dewa itu yang merupakan sinar sucinya Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang jumlahnya begitu banyak menempati penjuru mata angin, sehingga diumpamakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa sebagai Matahari  dengan sinarnya itu sebagai Dewa-Dewa (Nawa Dewata).

      Om Santih, Santih, Santih Om, sekian penjelasan tentang Nawa Dewata atau Dewata Nawa Sanga

      Terimakasih atas kunjungan dan telah membaca Nawa Dewata atau Dewata Nawa Sanga .

      Jika ingin menyebar luaskan artikel ini, sebarkan kepada rekan kamu melalui :

      Jangan lupa tinggalkan komentar ya...!!!


      Posting Komentar

      -Saran dan Kritik sangat saya harapkan
      -Sopan dalam berkomentar
      -Jangan berkomentar yang berisi link aktif
      -Berkomentarlah sesuai dengan topik yang dibicarakan
      -Cukup itu saja. Maaf jika melanggar, saya tidak tampilkan komentarnya.

      Popular Post